Jumat, 23 Desember 2011

ILMU KEALAMAN DASAR


BAB I
PENDAHULUAN

a.       Latar Belakang
     Pada saat ini ilmu  pengetahuan semakin hari semakin berkembang sehingga orang sulit mempelajari secara keseluruhan. Orang tidak lagi menjadi ahli dalam banyak bidang ilmu, karena masing-masing ilmu sudah semakin luas dan semakin mendalam. Ilmu pengetahuan akan terus berkembang sejalan dengan sifat manusia yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dipunyai atau diketahuinya.  Berdasarkan hal tersebut maka ilmu pengetahuan merupakan siklus ilmu yang tidak pernah terputus bahkan akan semakin membesar dan meluas dengan penelitian sebagai intinya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat diterangkan bahwa penelitian ikut dilakukan dalam upaya untuk menjawab masalah yang dikemukakan, secara sederhana masalah tersebut berupa pertanyaan apa, mengapa atau bagaimana fenomena (alam) itu terjadi.
  Ilmu pengetahuan pada mulanya berkembang sangat lambat sampai abad pertengahan (abad 15-16).  Pengembangan tersebut sedikit lebih pesat terutama setelah Copernicus yang kemudian diperkuat oleh Galileo berdasarkan penemuannya sekaligus mengubah kepercayaan penguasa dan agama pada saat ini.  Penemuan ini sangat dimungkinkan karena berkembangnya alat bantu  penelitian (teropong bintang) yang lebih baik.  Periode ini dikenal sebagai permulaan abad ilmu pengetahuan modern yang menetapkan suatu kebenaran berdasarkan induksi atau eksperimen.  Perubahan konsep ilmu yang radikal ini juga mempengaruhi cara berpikir dan sekaligus memacu perkembangan ilmu sampai terjadinya revolusi industri pada abad ke-19.
   Perkembangan IPA sangat pesat terjadi setelah diperkenalkannya konsep fisika kuantum dan relativitas pada awal abad ke-20.  Konsep “modern” ini mempengaruhi konsep IPA keseluruhan sehingga dalam beberapa hal perlu dilakukan revisi dan penyesuaian konsepsi ilmu pengetahuan ke arah pemikiran modern.  






b.      Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui berbagai “Perkembangan IPA menjadi berbagai disiplin ilmu”


c.       Metode Penulisan
Kami menggunakan metode browsing internet dan kepustakaan.



































BAB II
PEMBAHASAN
a.      Sejarah Perkembangan IPA
Munculnya IPA diperkirakan sekitar abads pertengahan (1500-1600). Pada saat ini banyak orang yang menjadi ahli di beberapa bidang ilmu pengetahuan, seperti Copernicus dan Galileo yang tidak saja sebagtai astronom, tetapi juga ahli dalam bidang pengobatan dan ahli matematika.
Ilmu pengetahuan semakinh hari semakin berkembang sehingga orang sulit mempelajari secara keseluruhan. Orang tidak lagi menjadi ahli dalam banyak bidang ilmu, karena masing-masing ilmu sudah semakinb luas dan mendalam. Akhirnya terlihat kecenderungan orang untuk membagi ilmu pengetahuan menjuadi berbagi8 disiplin ilmu, yaitu :
a.       Bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS)
b.      Bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sering disebut natural science.
c.       Ilmu pengetahuan bumi dan antariksa
A.    Bidang ilmu pengetahuan sosial (IPS)
Adalah imu yang membahas tingtkah laku manusia sebagai makhluk sosial. IPS dibagi menjadi beberapa cabang ilmu yakni :
1.      Psikologi yakni ilmu jiwa yang sasarannya adalah otaki atau pikiran.
2.      Bahasa yakni cabang ilmu yang mempelajari tentang  komunikasi verbal.
3.       Sejarah yakni cabang ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu.
4.      Antropolgi yakni cabang ilmu yang mempelajari sejarah dan perkembangan kebudayaan manusia.
5.      Etnologi yakni cabang ilmu yangt sasarannya adalah manusia sebagai satuan suku bangsa.
6.      Ekonomi yakni cabang ilmu yang mempelajari tentang kesejahteraan dan media tukar menukar.
7.      Arkeologi yakni cabang ilmu yang mempelajari benda-benda kuno atau antik.
8.      Sosiologi yakni cabang ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan.
9.      Pendidikan yakni cabang ilmu yang mempelajari masalah pendidikan dan latihan.
10.  Teologi adalah pengetahuan tentang ke agamaan.
11.  Fisafat naturalistik atau filsafat pengetahuan alam yakni yang mempelajari tentang gejala alam.
B.     Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau natural science
Adalah ilmu yang membahas tentang alam dan segala macam isinya. IPA di bagi lagi menjadi beberapa cabang imlu yaitu :
1.      Fisika (Pbysics) yakni cababng ilmu yang sasaran utamanya adalah materi dan energi
2.      Kimia, cabang ilmu yang mempelajari komposisi dan materi
3.      Meteorologi, cabang ilmu yang mempelajari tentang iklim dan cuaca.
4.      Biologi, ilmu yang mempelajari mahluk hidup yang gejala-gejalannya. Biologi dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu yakni :
·         Zoologi,adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang hewan.
·         Botani adalah ilmu yang mempelajari selut-beluk tumbuhan.
·         Morfologi adalah suatu studi yang mempelajari bentuk atau struktur luar dari makhluk hidup.
·         Fisiologi, suatu ilmu tentang fungsi atau faal bagian tubuh atau organ dari makhluk hidup.
·         Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur atau bentuk dalam suatu tubuh.
·         Histologi, ilmu yang mempelajari jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang merupakan serentetan sel yang sejenis.
·         Sitologi, studi yang mempelajari tentang struktur molekuler.
·         Higiene, ilmu pengetahuan tantang kesehatan.
C.     Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antartika(IPBA)
Adalah ilmu yang membahas tentang keberadaan bumi sebagai salah satu bagian dari tata surya dan juga membahas tentang ruang angkasa beserta benda-benda angkasa lainnya. IPBA dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu yaitu:
1.      Astronomi adalah ilmu yang membahas tentang benda-benda ruang angkasa yang ada di alam semesta.
2.      Geologi yakni ilmu yang mempelajari tentang struktur bumi. Ilmu ini dibagi lagi menjadi:
a.       Petrologi, ilmu yang membahas tentang batu-batuan.
b.      Volkanologi,ilmu yang membahas tentang gempa bumi.
c.       Mineralogi, ilmu yang mempelajari tentang atau bahan galian.
d.      Kristalografi ilmu yang memepelajari tantang bentuk-bentuk kristal dan mineral.
e.       Geografi, ilmu yang mempelajari tantang permukaan bumin serta sosio ekonomi sdan makhluk yang ada disitu (terutama manusia).
Matematika yang sejak awal timbulnya ilmu pengetahuan selalu berperan serta, ternyata tidak dimasukkan kedalam salah satu bidang ilmu. Hal ini terjadi karena matematika dianggap sebagaui suatu alat untk mencapai kiebenaran ilmu belaka. Jadi tempatnya ada dalam setiap proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan suatu produk atau hasil



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar